Oil Knowledge References

  • Penyulingan, Pemrosesan dan Penggunaan Minyak Bumi

    1. Pendahuluan Minyak mentah (petroleum) adalah campuran yang kompleks, terutama terdiri dari hidrokarbon bersama-sama dengan sejumlah kecil komponen yang mengandung sulfur, oksigen dan nitrogen dan sangat sedikit komponen yang mengandung logam. Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak mentah: 1. Alkana (parafin) : CnH2n + 2Alkana ini memiliki rantai lurus dan bercabang, fraksi ini merupakan yang terrbesar di dalam minyak mentah. 2. Siklo alkana (napten) : CnH2nSikloalkana ada yang memiliki cincin 5 (lima) yaitu siklopentana ataupun cincin 6 (enam) Read More
  • Reservoir Minyak Dan Gas Bumi

    1. Pendahuluan Teknik reservoir adalah suatu ilmu yang mempergunakan kaidah-kaidah ilmu alam dalam memecahkan persoalan-persoalan reservoir. Persoalan-persoalan yang dipecahkan di sini adalah menyangkut penentuan tempat, ukuran serta kinerja reservoir, baik selama produksi maupun peramalan untuk masa mendatang sesuai dengan anggapan-anggapan yang digunakan. Hal ini menyangkut apa yang diproduksikan, mekanisme pendorongan, jumlah cadangan minyak di tempat (oil in place), besarnya jumlah minyak yang biasa diperoleh/diproduksikan serta usaha-usaha lain dalam peningkatan recovery minyak. Reservoir minyak dan/atau gas Read More
  • Proses Pembentukan Minyak Bumi

    Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu : Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.Ketiga, adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari Read More
  • Reservoir Engineering

    Mengenal Reservoir Engineering Pirson : “Reservoir engineering may be defined as the art of forecasting the future performance of a geologic oil and/or gas reservoir from with production is obtain according to probable and preassumed conditions" Penjelasan “Reservoir Engineering” merupakan cabang dari “Petroleum Engineering” dengan tugas utamanya adalah peramalan kelakuan reservoir, laju produksi dan jumlah minyak atau gas yang dapat diproduksikan dari suatu sumur, sekelompok sumur, ataupun dari seluruh reservoir di masa datang, berdasarkan anggapan-anggapan yang Read More
  • Teknik Remote Sensing untuk Melacak Lokasi Minyak dan Gas Bumi

    Oleh : Adi Junjunan Mustafa Bumi memiliki permukaan dan variabel yang sangat kompleks. Relief topografi bumi dan komposisi materialnya menggambarkan bebatuan pada mantel bumi dan material lain pada permukaan dan juga menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. Masing-masing tipe bebatuan, patahan di muka bumi atau pengaruh-pengaruh gerakan kerak bumi serta erosi dan pergeseran-pergeseran muka bumi menunjukkan perjalanan proses hingga membangun muka bumi seperti saat ini. Proses ini dapat difahami melalui disiplin ilmu geo-morfologi.Eksplorasi sumber daya mineral merupakan Read More
  • Kilang Minyak Bumi

    Asal Minyak Bumi Minyak mentah atau crude oil adalah cairan coklat kehijauan sampai hitam yang terutama terdiri dari karbon dan hidrogen. Teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan asal-usul minyak bumi adalah “organic source materials”. Teori ini menyatakan bahwa minyak bumi merupakan produk perubahan secara alami dari zat-zat organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengendap selama ribuan sampai jutaan tahun. Akibat dari pengaruh tekanan, temperatur, kehadiran senyawa logam dan mineral serta letak Read More
  • Jenis-Jenis Perangkap Minyak Bumi

    Mengenal berbagai jenis perangkap minyak bumi Sistem Perminyakan, memiliki konsep dasar berupa distribusi hidrokarbon didalam kerak bumi dari batuan sumber (source rock) ke batuan reservoar. Salah satu elemen dari Sistem Perminyakan ini adalah adanya batuan reservoar, dalam batuan reservoar ini, terdapat beberapa faktor penting diantaranya adalah adanya perangkap minyak bumi. Perangkap minyak bumi sendiri merupakan tempat terkumpulnya minyak bumi yang berupa perangkap dan mempunyai bentuk konkav ke bawah sehingga minyak dan gas bumi dapat terjebak Read More
  • 50 Perusahaan Minyak Paling Bonafide

    Pembaca, kira-kira jika anda ditanya : Sebutkan 10 perusahaan bonafide di seluruh dunia? Apa yang akan anda sebut? Kalo versi saya sendiri saya akan menjawab sesuai yang nyangkut di kepala dan biasa kita dengar, antara lain : BP, Total, Caltex, Unocal, Exxon, Chevron, Petronas,.... ehmmm bingung kan mana lagi. Saya yakin, banyak diantara kita belum begitu paham tentang info perusahaan minyak yang akurat. Iseng-iseng cari info akhirnya nyasar di petrostrategis dan mendapatkan info 50 perusahaan bonafide yang Read More
  • Dari Mana Datangnya Minyak Bumi?

    Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ? Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu : Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi. Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut. Ketiga, adanya jebakan (entrapment) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat Read More
  • Komposisi Crude Oil

    Dari: Rangkuman Diskusi Mailing List Migas IndonesiaUntuk mendapatkan komposisi suatu crude oil, salah satunya dapat dilakukan analisa di laboratorium dengan : Distillation (TBP, ASTM D86, dll). Hasilnya komposisi crude oil berupa HYPOTHETICAL COMPONENT berdasarkan boiling pointnya. Chromatograph. Hasilnya komposisi crude oil berupa komponen C6, C7, C8 dan seterusnya. Pertanyaannya : apa kelebihan dan kekurangan dua metoda tersebut di atas dalam rangka untuk mendapatkan komposisi yang dapat mewakili sample crude oil?Pertanyaan basic yang brilliant!Jika kita memerlukan informasi dan Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
Jum'at 18 August 2017

Aplikasi Klasifikasi pada Fasilitas Operasi Hulu Migas

Latar Belakang

Hijacked-oil-tanker-MV-Si-001Tingginya kecelakaan kapal di Eropa pada abad ke 18, mencetuskan ide berdirinya suatu badan terakreditasi independen yang mampu memberikan penilaian kapal (klasifikasi) kepada pihak asuransi, perbankan, penyewa kapal, maupun pemerintah. Ide tersebut mengerucut pada tahun 1867, dengan berdirinya asosiasi klasifikasi pertama di London, dan saat ini dikenal sebagai Classification Society/Class (Klas).

Klas bersifat independent, mengembangkan code dan rule sendiri berdasarkan peraturan pemerintah, internasional, riset, maupun pengalaman. Secara tradisional, lingkup jasa Klas meliputi verifikasi teknis kelaikan kapal, meliputi kekuatan struktural dan integritas lambung, keandalan fungsi penggerak dan kemudi sistem, pembangkit listrik, dan sistem tambahan di kapal lainnya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan industri migas di lepas pantai, Klas di negara-negara maju kini menyediakan beberapa produk jasa di luar bidang induknya, perkapalan. Sementara program perawatan terencana (PMS) suatu instalasi Migas belum diatur secara ketat dan masih merupakan opsi bagi operator, seperti juga penerapan inspeksi berbasis risiko (Risk Based Inspection), mendorong Klas mengembangkan program monitoring keandalan dan perawatan untuk peralatan dan instalasi migas Offshore berbekal pengalaman yang mereka miliki di bidang perkapalan.

Tujuan:

Program monitoring oleh pihak independent seperti Klas dapat membantu mempertahankan keandalan peralatan dan instalasi migas, mencegah unplanned shut down, dan mengurangi biaya perawatan yang tinggi di offshore.

Read more ...

Catalytic Reforming (Platforming) Process

I.Pendahuluan

CRUCatalytic reforming (atau UOP menyebut Platforming) telah menjadi bagian penting bagi suatu kilang di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Fungsi utama proses catalytic reforming adalah meng-upgrade naphtha yang memiliki octane number rendah menjadi komponen blending mogas (motor gasoline) dengan bantuan katalis melalui serangkaian reaksi kimia. Naphtha yang dijadikan umpan catalytic reforming harus di-treating terlebih dahulu di unit naphtha hydrotreater untuk menghilangkan impurities seperti sulfur, nitrogen, oksigen, halide, dan metal yang merupakan racun berbahaya bagi katalis catalytic reformer yang tersusun dari platina. Selain itu, catalytic reforming juga memproduksi by-product berupa hydrogen yang sangat bermanfaat bagi unit hydrotreater maupun hydrogen plant atau jika masih berlebih dapat juga digunakan sebagai fuel gas bahan bakar fired heater. Butane, by-product lainnya, sering digunakan untuk mengatur vapor pressure gasoline pool.

II.Teori Catalytic Reforming

Feed naphtha ke unit catalytic reforming biasanya mengandung C6 s/d C11, paraffin, naphthene, dan aromatic. Tujuan proses catalytic reforming adalah memproduksi aromatic dari naphthene dan paraffin.

Kemudihan reaksi catalytic reforming sangat ditentukan oleh kandungan paraffin, naphthene, dan aromatic yang terkadung dalam naphtha umpan. Aromatic hydrocarbon yang terkandung dalam naphtha tidak berubah oleh proses catalytic reforming.

Read more ...

Hydrotreating Process

I. Pendahuluan  

HydrotreatingHydrotreating atau disebut juga hydroprocessing adalah proses hidrogenasi katalitik untuk menjenuhkan hidrokarbon dan menghilangkan sulfur, nitrogen,oksigen, dan logam dari aliran proses. Hydrotreating biasa dilakukan untuk umpan naptha sebelum dialirkan ke unit platforming, karena katalis platforming (platina) sangat sensitif terhadap impurities seperti sulfur, nitrogen, oksigen, dan logam. Hydrotreating biasa juga dilakukan untuk umpan diesel untuk perbaikan kualitas diesel terutama untuk mengurangi kandungan sulfur dalam diesel (spesifikasi produk diesel dari tahun ke tahun semakin ketat terutama dalam hal kandungan sulfur maksimum) dan juga untuk mengurangi kandungan nitrogen dalam diesel yang dapat menyebabkan terjadinya colorunstability produk diesel.

II. Teori Hydrotreating

Reaksi hydrotreating dikelompokkan menjadi :

  1. Saturasi olefin (penjenuhan hidrokarbon).
  2. Desulfurisasi (penghilangan sulfur) atau sering disebut HDS (hydrodesulfurization).
  3. Denitrifikasi (penghilangan nitrogen) atau sering disebut HDN (hydrodenitrification).
  4. Deoksigenasi (penghilangan oksigen).
  5. Demetalisasi (penghilangan logam) atau sering disebut HDM (hydrodemetalization).

Tujuan proses hydrotreating/hydroprocessing adalah :  

  1. Memperbaiki kualitas produk akhir (seperti diesel)
  2. Pretreating stream (persiapan umpan proses lanjutan) untuk mencegah keracunan katalis di downstream process :
  • Catalytic Reforming (Platforming)
  • Fluid Catalystic Cracking (FCC)
  • Hydrocracking

Read more ...

Vacuum Distillation Unit - VDU

Menyambung pembahasan tentang Refinery yang telah lama kami posting berupa Crude Distillation Unit, berikut artikel selanjutnya yang membahas tentang Vacuum Distillation Unit (VDU).

l. Pendahuluan

VDUPada awalnya kilang hanya terdiri dari suatu Crude Distillation Unit (CDU) yang beroperasi dengan prinsip dasar pemisahan berdasarkan titik didih komponen penyusunnya. Dengan hanya memiliki CDU, maka CDU hanya memproduksi produk LPG, naphtha, kerosene, dan diesel sebesar 50-60% volume feed, sedangkan 40-50% volume feed yang berupa atmospheric residue biasanya hanya dijadikan fuel oil yang value-nya sangat rendah.

Secara umum temperatur cracking minyak mentah/crude adalah sekitar 370 oC (UOP menyebut 385 oC) pada tekanan 1 atmosfer (sebenarnya bervariasi tergantung jenis crude, tetapi secara umum rata-rata pada temperatur tersebut). Oleh karena itu pemisahan minyak yang dilakukan di Crude Distillation Unit tidak boleh melebihi temperature 370 oC agar minyak tidak mengalami cracking.

Ide dasar operasi VDU adalah bahwa titik didih (boiling point) semua material turun dengan menurunnya tekanan. Sebagai contoh, pada tekanan 1 atmosfer air mempunyai titik didih 100 oC, sedangkan pada tekanan 10 atmosfer air mempunyai titik didih 180 oC. Jika tekanan dikurangi hingga 1 psia maka titik didih air akan menjadi 39 oC. 

Read more ...

Right to copy © 2014 My Little Notes | Online Since 12 December 2008
Silakan mengkopi artikel dengan menyebutkan sumbernya.