Mechanical References

  • Sistem Penyekat Pada Pompa

    Menyambung pembahasan saya mengenai pompa pada tulisan sebelumnya. Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang system penyekatan (Sealing System).Pemilihan yang tepat pada sebuah seal sangat penting bagi keberhasilan pemakaian pompa. Untuk mendapatkan kehandalan pompa yang terbaik, pilihan penyekat harus tepat antara jenis seal dan lingkungan yang dipakai. Dasar-dasar Penyekat (Seal)Ada dua jenis seal: statis dan dinamis. Seal statis dipakai di mana tidak ada gerakan yang terjadi pertemuan antara kedua permukaan yang akan disekat. Gasket dan Read More
  • Teori Dasar Perhitungan Unjuk Kerja Kompresor Sentrifugal

    Unjuk kerja kompresor sentrifugal berkaitan dengan beberapa parameter utama, yaitu : Head Efisiensi Kapasitas Daya Untuk dapat mengetahui harga masing-masing parameter berdasarkan kondisi operasi, maka digunakan berbagai rumus perhitungan dan proses pendekatan. Kompresor sentrifugal didalam proses kerjanya dapat ditinjau dengan menggunakan dua pendekatan : Proses adiabatic (isentropic), yaitu proses dengan menggunakan asumsi ideal, dimana proses berlangsung pada entropi konstan (tidak ada panas yang masuk dan keluar) meskipun pada kenyataannya energi panas tidak bisa dirubah secara keseluruhan menjadi Read More
  • Teori Dasar Kompresor Sentrifugal

    1. Prinsip Kerja   Kompresor adalah peralatan mekanik yang digunakan untuk memberikan energi kepada fluida gas/udara, sehingga gas/udara dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain secara kontinyu.   Penambahan energi ini bisa terjadi karena adanya gerakan mekanik, dengan kata lain fungsi kompresor adalah mengubah energi mekanik (kerja) ke dalam energi tekanan (potensial) dan energi panas yang tidak berguna.   Sedangkan kompresor sentrifugal, termasuk dalam kelompok kompresor dinamik adalah kompresor dengan prinsip kerja mengkonversikan energi Read More
  • Piping, Valves dan fittings

    Oleh: Teddy (AutoPlant Illustration of Piping Modelling)Tujuan dari perancangan perpipaan secara umum bisa diklasifikasikan sebagai berikut: Material seperti apa yang sesuai dengan kondisi kerja (tekanan external/internal, suhu, korosi, dsb) yang diminta dari sistem perpipaan. Pemilihan material sangat krusial karena menentukan reliabilitas keseluruhan sistem, faktor biaya, safety, dan umur pakai. Standard Code mana yang sesuai untuk diaplikasikan pada sistem perpipaan yang akan dirancang. Pemilihan standard code yang benar akan menentukan arah perancangan secara keseluruhan, baik dari Read More
  • Kavitasi Pada Pompa

    KAVITASI PADA POMPA (I) Kavitasi adalah fenomena perubahan phase uap dari zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap jenuhnya. Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi isap pompa. Hal ini terjadi jika tekanan isap pompa terlalu rendah hingga dibawah tekanan uap jenuhnya, hal ini dapat menyebabkan : Suara berisik, getaran atau kerusakan komponen pompa tatkala gelembung-gelembung fluida tersebut pecah ketika melalui daerah yang lebih tinggi tekanannya Kapasitas pompa Read More
  • Evaluasi Unjuk Kerja Kompresor Sentrifugal

    Menyambung pembahasan kita pada teori perhitungan unjuk kerja kompresor sentrifugal, kali ini saya akan memberikan contoh perhitungan evaluasi unjuk kerja dimaksud.Contoh ini diambil dari salah satu kertas kerja saya di salah satu perusahaan minyak di Indonesia pada penghujung tahun 2002. Sebut saja misalnya kita akan mengevaluasi sebuah kompresor dengan tag number 86 K 201. Dalam hal ini Kompresor 86 K 201 adalah kompresor sentrifugal dengan penggerak turbin uap yang berfungsi sebagai sarana untuk mensirkulasikan kembali Read More
  • Mechanical Seal

    Menyambung pembahasan saya pada tulisan sebelumnya tentang Sistem penyekat pada pompa, kali ini saya akan membahas lebih jauh tentang Mechanical seal. Semoga menambah gambaran yang jelas terutama bagi adik-adik saya yang baru melangkah ke lapangan industri. Pengertian Mechanical Seal, apabila diterjemahkan secara bebas, adalah alat pengeblok mekanis. Namun penerjemahan tersebut menjadi lebih susah dimengerti dan dibayangkan bila dibandingkan pengertian teknisnya. Mengapa? Karena pengertian seal mekanis mengandung arti begitu luas. Apakah semua tipe seal mekanis bisa Read More
  • Teori Dasar Pompa Sentrifugal

    Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan Read More
  • Pengaruh Kavitasi Terhadap Kinerja Pompa

    Pada tiga tulisan sebelumnya kita telah mengenal pengaruh kavitasi dan klasifikasi kavitasi berdasarkan penyebab utamanya. Kali ini kita kembali memperdalam pengaruh kavitasi ini secara lebih detil. Sebelumnya kita telah tahu pengaruh kavitasi secara umum adalah sebagai berikut : Berkurangnya kapasitas pompa Berkurangnya head (pressure) Terbentuknya gelembung-gelembung udara pada area bertekanan rendah di dalam selubung pompa (volute) Suara bising saat pompa berjalan. Kerusakan pada impeller atau selubung pompa (volute). Pada tulisan ini akan kita bahas kenapa semua Read More
  • Karakteristik Turbin Cross Flow

    Penjelasan lengkap tentang karakteristik Turbin Air - Cross Flow Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya... Turbin Cross-Flow adalah salah satu turbin air dari jeis turbin aksi  (impulse turbine). Prinsip kerja turbin ini mula-mula ditemukan oleh seorang insinyur Australia yang bernama A.G.M. Michell pada tahun 1903. Kemudian turbin ini dikembangkan dan dipatenkan di Jerman Barat oleh Prof. Donat Banki sehingga turbin ini diberi nama Turbin Banki Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
Minggu 22 October 2017

Piping, Valves dan fittings

Oleh: Teddy (AutoPlant Illustration of Piping Modelling)

Tujuan dari perancangan perpipaan secara umum bisa diklasifikasikan sebagai berikut:
    • Material seperti apa yang sesuai dengan kondisi kerja (tekanan external/internal, suhu, korosi, dsb) yang diminta dari sistem perpipaan. Pemilihan material sangat krusial karena menentukan reliabilitas keseluruhan sistem, faktor biaya, safety, dan umur pakai.
    • Standard Code mana yang sesuai untuk diaplikasikan pada sistem perpipaan yang akan dirancang. Pemilihan standard code yang benar akan menentukan arah perancangan secara keseluruhan, baik dari segi biaya, reliabilitas, safety design dan stress analisis.
    • Perhitungan dan pemilihan ketebalan pipa tidak bisa dilakukan secara sembarangan, atau hanya berdasarkan intuisi. Pemilihan ketebalan pipa (schedule number) sebaiknya memenuhi kriteria cukup, aman, dan ketersediaan stok di pasaran. Pipa dengan schedule 10, 20, 30 mungkin akan dengan mudah didapatkan di pasar Eropa, tetapi belom tentu dapat dibeli dengan cepat dan dalam jumlah besar di pasaran Asia.
    • Dengan cara bagaimana sistem perpipaan akan dikoneksikan satu sama lain, jenis sambungan, dan material sambungan seperti apa yang sesuai.
    Bagaimana planning dan routing dari sistem perpipaan akan dilakukan. General arrangement, dan routing sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan aspek inherent safety design, konsumsi pipa seminimum mungkin tanpa mengorbankan fleksibilitas serta aspek estetis, atau menganggu dan mengurangi kemampuan, fungsi dan operasional dari peralatan yang terkoneksi.

    Tulisan berikut ini menjelaskan secara singkat aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem perpipaan. Pemanfaatan penjelasan ini harus sejalan dengan kode dan standar yang berlaku.

    1. MATERIAL SELECTION

    Di bawah ini diberikan Tabel.1 yang mengelompokkan berbagai jenis material dan penggunaannya berdasarkan suhu kerja. Selain berdasarkan suhu, pemilihan material juga didasarkan pada jenis fluida yang akan dialirkan, yaitu pada tingkat korosivitasnya. Pada material carbon steel based piping, ketahanan terhadap korosi biasanya dilakukan dengan menambah ketebalan pipa (corrosion allowance) dan menginjeksi corrosion inhibitor.

    Berapa ketebalan pipa yang harus ditambahkan ditentukan oleh laju korosi yang diperkirakan. Perkiraan, perhitungan, dan permodelan laju korosi biasanya dilakukan oleh metallurgist atau dengan menggunakan software yang sudah umum dipakai seperti NORSOK. Pada pemakaian dengan kondisi korosi yang parah serta pemakaian corrosion inhibitor yang tidak memungkinkan, atau pada pemakaian yang membutuhkan tingkat hygienitas yang tinggi, dan tidak mengandung debris (fuel piping), biasanya austenitic stainless steel based material lebih sesuai, karena permukaan dalamnya bersih dan pada level pemakaian tertentu relatif tidak membutuhkan chemical cleaning.

    Namun austenitic stainless steel based material seperti ASTM A312-316/316L memiliki kelemahan pada pemakaian tekanan tinggi karena Maximum Allowable Working Pressure(MAWP) yang relatif di bawah carbon steel dan lemah terhadap chloride stress corrosion cracking serta crevice dan pitting. Tipe 304/304L biasanya dipakai untuk baja tahan karat (CRA) keperluan umum. Penambahan 2-3% Molibdenum pada 316/316L menambah ketahanan terhadap pitting.

    Sering menjadi pertanyaan apa sebenarnya perbedaan 304 dan 304L atau 316 dan 316L. Kandungan karbon pada 304 atau 316 biasanya berkisar 0.06-0.08% sementara pada 304L atau 316L maksimum dibatasi pada 0.025- 0.03%. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya presipitasi karbida pada suhu tinggi antara 8000F dan 16500F. Pada suhu tinggi (misal pada Heating Area Zone saat welding) krom bereaksi dengan karbon membentuk karbida di daerah batas butir sehingga mengurangi kemampuan krom untuk mencegah terjadinya korosi dan dapat mengarahkan pada terjadinya korosi intergranular. Oleh karena itu 316L itu digunakan jika dibutuhkan pengelasan.

    Duplex Stainless Steel (keluarga A790) memenuhi kriteria pemakaian pada tekanan tinggi, high corrosion resistance, dan sifat-sifat metalurgisnya berada di antara ferritic dan austenitic steel, adanya kandungan chromium memberikan ketahan yang baik terhadap atmospheric corrosion dan oksidasi, molybdenum membuat lebih tahan terhadap chloride stress corrosion cracking serta nitrogen menambah ketahan terhadap crevice dan pitting. Nikel cenderung mendorong terbentuknya struktur Face-Centered Cubic yang meningkatkan keuletan (toughness), namun secara keseluruhan struktur duplex sebagian Body-centered Cubic(Ferritic) dan sebagian Face-centered Cubic (Austenitic). Chromium dan Molybdenum mendorong terbentuknya ferit, sedangkan Nikel dan nitrogen mendorong terbentuknya austenit. Yang harus diperhatikan pada pemakaian duplex adalah serangan sulphide stress corrosion cracking, dan hydrogen embrittlement (hydrogen cracking). Secara umum pengelasan pada material duplex menjadi relatif lebih sulit dan membutuhkan kehati-hatian yang lebih tinggi dari pada bahan lain. Table.2 merupakan tambahan pada Tabel.1.

    Lebih lanjut, jika fluida yang dialirkan mengandung H2S (sour service), perpipaan yang digunakan harus sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh NACE MR01-75, dimana tingkat kekerasan bahan tidak boleh melampaui Rockwell Hardness 22.

    1
    Table.1 Material Selection Table
    Pipe Fittings Flange
    A-790 UNS S31803 A-182 Gr. F51 or Seamless A-815 UNS S31803 A-182 Gr. F51

    Table.2 Duplex SS

    2. WALL THICKNESS CALCULATION

    Perhitungan ketebalan pipa bisa dilakukan dengan memakai rumus berikut:

    2

    Dimana:
    tm = minimum required wall thickness (inches).
    P = internal design pressure (psig).
    T = selected pipe wall thickness (pipe schedules)
    D = outside diameter of pipe (inches).
    S = allowable stresses for pipe material (psi), per tables in ASME B31.3 (Appendix A)
    E = longitudinal weld joint factor, per tables in ASME B31.3 (Appendix A - normally 1.0 for seamless pipe).
    Y = temperature factor, per Table 304.1.1 in ASME B31.3 (Normally 0.4).
    C = the sum of mechanical allowances (groove depth and threading) plus allowances for corrosion and erosion (inches).
    MT = factor to account for mill tolerance on pipe wall thickness. 0.875 for seamless A-106 Gr. B pipe and seamless API-5L Gr. B pipe. 0.90 for API-5L Gr. B welded 20 inch NPS and above.

    Notes:

    (1) Rumus ini dipakai jika t kurang dari D/6 dan P/SE kurang dari atau sama dengan 0.385. Rumus ini diambil dari ASME B31.3 (ASME B31.4 dan B31.8 memiliki rumus yang berbeda).
    (3) Threading allowances adalah sebagai berikut (dari ASME B1.20.1, ASME B31.3, Sections 304.1.1 dan 314):
    ½" - ¾" NPS 0.0571" thread allowance 1" - 2" NPS 0.0696" thread allowance
    PIPESCHEDULE

    Tabel 3. Pipe Schedule

    Comments

    iwan nababan
        #35 #34iwan nababan 2014-09-23 18:47
    Minta penjelasan cara qoution harga sistim piping..persistim
    Sistim bilge..sanitary ..ballast..fuel oil..exhaust..d ll.cara hitungnya gmn,please di bantu ya..
    Quote
    nazir
    1   #34 kontraktornazir 2013-10-04 13:57
    minta penjelasan spesifikasi perhitungan harga pemasangan pipa gas?
    Quote
    Ardy Firmansyah
    10 1 #33 Manufacture ValveArdy Firmansyah 2013-08-23 07:16
    VALVE

    Gate valve
    Globe valve
    Butterfly valve
    Check valve
    Strainer
    Safety valve
    PRV
    Needle valve
    Lockable valve
    Floating valve
    Foot valve
    Plug valve
    Sight Glass
    Air vent
    Balanced control valve
    Temperature control valve
    Straight way control valve
    Blow down valve
    Steam Trap
    Air Eliminator
    Steam Separator
    Bucket Trap
    Solenoid valve
    Control valve with pneumatic and electric
    Diaphragmn control valve
    INSTRUMENTATION

    Level switch
    Pressure Switch
    Flow Switch
    Limit Switch
    Flowmeter
    Pressure gauge
    Thermometer
    Pressure Transmitter
    Temperature Trasmitter
    Level Transmitter
    PIPE FITTING AND OTHERS SPAREPARTS

    Flanges
    Elbow
    Tee
    Reducer
    Nipple, Socket, Union, Square Plug, Cap, etc.
    Syphone tube
    Flexible Joint made of Metal and Rubber
    Gasket and Spiral wound
    Safety Shoes Brand ARITA
    Chemitrol Pump
    Bolts and Nuts
    Quote
    SOFYAN
        #32 jenis pipa carbonSOFYAN 2013-07-02 05:54
    WASALAM....jeni s pipa cabon apa yg cocok dlm pemakaian sbb:tekanan udara: 40 kgf/cm2.tempera tur: 250 celsius.ukuran pipa 3".
    Quote
    idham
    3   #31 software umur pipaidham 2013-06-26 06:52
    bos aq mau nanya software yang biasa digunakan untuk umur ekonomis pipa apa ya ??? yang biasa diguanakan???
    Quote
    Heru Nugroho
        #30 MrHeru Nugroho 2013-06-08 09:38
    Assalamu'alaikum...
    Gasket spiral wound digunakan untuk process atau service perpipaan apa saja ya pak? Klo untuk fire water system yang beroperasi di offshore sebaiknya pakai spiral wound gaskets atau Neoprene gaskets

    Salam,
    Heru Nugroho
    Quote
    ganda
    3   #29 STganda 2013-03-10 10:04
    pak tolong kirim contoh sertifikat untuk Gate Valve 8" Ansi 300 Brand Crane
    Check Valve 8" Ansi 300 Brand Crane
    serta penjelasannya

    terima kasih atas bantuannya
    Quote
    Ricki Nelson Syam
    1   #28 izin copyRicki Nelson Syam 2013-03-01 16:18
    Assalamu'alaiku m Mas Agus, Salam kenal dan mohon izin di copy ya...
    Syukron, Jazakallahu khoiran.
    Quote
    david setiawan
        #27 jakartastagedavid setiawan 2013-02-28 06:31
    thx buat info nya...

    WWW.JAKARTASTAGE.COM
    SEWA PANGGUNG JAKARTA
    Quote
    asep
    2   #26 bertanyaasep 2013-02-08 06:18
    mau tanya donk mengapa terkadang ball valve dapat disebut sebagai quick opening valve, terima kasih :lol: ;-)
    Quote
    Right to copy © 2014 My Little Notes | Online Since 12 December 2008
    Silakan mengkopi artikel dengan menyebutkan sumbernya.